Awal Mula Pertempuran (antara setan dan manusia)






Suatu ketika seorang raja setan dengan tentara dan pasukannya siap menyerang anda. Akan tetapi mereka menemukan hati anda berada dibalik benteng dan duduk diatas kursi singgasananya. Hati memerintahkan para pembantu dan pasukannya agar berperang melawan pasukan si raja. Tetapi si raja dan pasukannya tidak mungkin menyerang melainkan dengan memberikan minuman keraskepada sebagian menteri dan pasukan hati.

Maka si raja bertanya, “Siapa tentera yang paling dekat dan khusus bagi sang hati? Iya… yang paling dekat adalah jiwa.”

“Masuklah kalian dalam jiwanya melewati kehendaknya dan perhatikanlah tempat-tempat kecintaannya dan apa yang dicintainya. Berikanlah kepadanya angan-angan dan lukislah gambar sesuatu yang dicintainya baik saat ia bangun atau tidur. Jika ia merasa tenang karenanya, maka campakkan kepadanya gancu dan pencabut syahwat, kemudian seretlah ia untuk kalian bawa. Jika syahwat itu telah mencandui hatinya dan kalian telah menguasai batas wilayah mata, telinga, lidah, mulut, tangan dan kakinya maka murabathahlah kalian di tempat-tempat itu dengan sabar. Karena jika kalian memasuki hati melewati pintu-pintu itu, maka hati itu sebenarnya telah menjadi tawanan, atau ia terluka atau terlepas dengan penuh luka.

Jangan sekali-kali kalian membiarkan wilayah perbatasan itu kosong. Tetaplah menjaganya dan jangan ada pasukan hati yang memasukinya hingga kalian terusir dari batas-batas tersebut. Meski kalian kalah melawan pasukan sang raja hati, tapi lemahkanlah pasukan-pasukan itu sehingga tak mampu berjalan menuju hati atau kalaupun sampai, tapi dengan kondisi lemah yang tidak berarti apa-apa untuk hati.

*……BERSAMBUNG…….*







0 comments:

Post a Comment

Template By: Internet Walking and PC System